Tampilkan postingan dengan label PT KAI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PT KAI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Juni 2012

SINERGI BCA – PT KAI (PERSERO) MUDAHKAN NASABAH PENGGUNA SARANA TRANSPORTASI KERETA API

Sebagai upaya untuk selalu memenuhi kebutuhan nasabah yang beragam, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) hari ini melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) (Persero). Penandatanganan ini dilakukan oleh Suwignyo Budiman, Direktur BCA dan Ignasius Jonan, Direktur Utama PT. KAI di Menara BCA, Jakarta, Senin (11/6).
 Pada kesempatan itu Suwignyo Budiman menyampaikan jika penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan langkah awal yang akan diteruskan dengan Penandatanganan Kerjasama sehingga nantinya para pengguna jasa kereta api yang merupakan nasabah BCA akan mendapatkan berbagai kemudahan. Selain itu, sebagai mitra KAI, BCA siap untuk mendukung dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. “Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat menjalin kerjasama dengan PT KAI (Persero) yang melayani jasa angkutan kereta api yang luas mencakup beberapa wilayah di Indonesia. Ini menandai komitmen kami dalam mendukung pengembangan bisnis perusahaan di tanah air terutama di bidang layanan transportasi publik”, tutur Suwignyo.
“Tingginya potensi penjualan tiket kereta api, ternyata masih dibarengi dengan pembelian tiket oleh masyarakat melalui jalur konvensional yaitu melalui loket di stasiun. Padahal, pembelian melalui jalur on line dan pemanfaatan produk perbankan bisa lebih efisien, baik dari segi waktu maupun biaya. Untuk itu, upaya kerjasama ini, diharapkan dapat meningkatkan pelayanan bagi masyarakat khususnya kemudahan dalam pembelian tiket kereta api”, jelas Ignasius Jonan. Nota kesepahaman yang terjalin antara BCA dengan PT KAI (Persero) ini dapat memberikan berbagai kemudahan diantaranya pembayaran atas pembelian tiket kereta api melalui berbagai delivery channel BCA, seperti ATM BCA, BCA KlikPay, B2C e-Commerce MIGS selain melalui mesin-mesin EDC BCA yang saat ini sudah tersedia di beberapa loket stasiun KAI. Transaksi mesin EDC yang ditempatkan di stasiun KAI tersebut pada 2 bulan terakhir juga menunjukkan cukup tingginya antusiasme pelanggan KAI untuk melakukan pembayaran dengan menggunakan mesin EDC BCA dimana jumlah transaksi pada bulan April - Mei 2012 mencapai 2.500 transaksi dengan total nominal sebesar Rp. 2,5 M.

Kedepannya, kerjasama lainnya yang juga akan dikembangkan adalah Co Branding Kartu Flazz Railcard untuk pembayaran tiket kereta api dan juga sebagai sarana pembayaran di merchant-merchant yang telah bekerjasama serta Co-branding dengan Kartu TITAM untuk pembelian tiket antar moda. BCA juga menyediakan integrated cash management melalui penggunaan KlikBCA Bisnis untuk pengelolaan rekening KAI dan BCA Virtual Account untuk penerimaan KAI selain ticket.

Direktur Komersial PT KAI (Persero), Sulistyo Wimbo Hardjito menambahkan, pihaknya menyambut gembira kerjasama ini, dan berharap dengan layanan Flazz Railcard atau e-channel BCA dapat mengurangi antrean di stasiun kereta api. “Semoga kerjasama ini, bisa ditingkatkan lagi dan tidak terbatas pada layanan itu saja”, imbuh Wimbo.

Minggu, 11 September 2011

Kereta api Malabar


Jumat (30 April 2010) pk.15.30 meluncur perjalanan perdana KA MALABAR (Malang – Bandung Raya) secara bersamaan baik dari stasiun Bandung maupun dari stasiun Malang. Peresmian dari stasiun Bandung akan dilakukan oleh Menteri BUMN, Mustafa Abubakar, Dirjen Perkeretaapian Tundjung Inderawan dan Gubernur Jawa Barat Achmad Heryawan didampingi pejabat terkait lainnya.
Sesuai jadual perjalanannya, KA Malabar yang menempuh jarak sejauh 779 km ini dijadualkan tiba di Stasiun Malang pk.08.11 wib dengan melewati beberapa stasiun pemberhentian, yaitu Kiaracondong, Cipendeuey, Tasikmalaya, Banjar, Gombong, Kebumen, Kutowinangun, Kutoarjo, Wates, Yogyakarta, Klaten, Solobalapan, Paron, Madiun, Nganjuk, Kertosono, Kediri, Tulungagung, Blitar, Wlingi dan Kepanjen. Adapun perjalanan KA Malabar dari Malang dijadualkan tiba di stasiun Bandung pk.08.37.
Direktur Utama PT. Kereta Api (Persero), Ignasius Jonan mengatakan bahwa KA Malabar tujuan Bandung-Malang pp ini sebagai perwujudan dari aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya kereta api dari Bandung langsung menuju Malang Jawa Timur. Masyarakat tinggal memilih kelas KA yang diinginkan sesuai kemampuannya, karena disediakan 3 macam kelas sekaligus yaitu eksekutif, bisnis dan ekonomi plus.
Dua masinis pembawa KA Malabar, Hadiat dan Edi Juhadi siap bertugas membawa penumpang dari Bandung ke Malang.
Adapun Direktur Komersial PT Kereta Api (Persero), Sulistyo Wimbo Hardjito menambahkan dengan waktu tempuh sekitar 16 jam KA ini melalui jalur selatan dengan jadual perjalanan malam hari. Target penumpang selain dari stasiun pemberangkatannya sendiri (Bandung dan Malang) juga dari stasiun-stasiun pemberhentian yang dilewatinya. “Kami mengupayakan kenyamanan yang lebih, seperti tingkat kebersihan kereta, tidak adanya pedagang asongan yang naik diatas KA Malabar ini meskipun ada kelas ekonominya dan tenaga keamanan yang cukup”, demikian Wimbo pada saat acara peresmian di Bandung.
Perlu diketahui bahwa rangkaian KA Malabar terdiri dari 2 kereta kelas Eksekutif, 3 kereta kelas Bisnis dan 2 kereta kelas Ekonomi Plus serta dirangkaikan pula 1 kereta makan dan 1 kereta begasi. Selama masa promosi (30 April sd 15 Juni 2010) diberikan diskon tarif sehingga tarifnya menjadi eksekutif Rp.200.000,- , bisnis Rp.130.000,- dan Ekonomi plus Rp.80.000,- . Adapun tarif minimum kelas Eksekutif sebesar Rp.160.000,-, kelas Bisnis Rp.110.000,- dan kelas Ekonomi Plus Rp.60.000,-.
Semoga dengan perjalanan baru ini dapat memenuhi harapan masyarakat akan kebutuhan transportasi, khususnya kereta api yang semakin meningkat. “Kami informasikan bahwa pelayanan tiket KA Malabar ini dapat dilayani secara online untuk semua kelas, termasuk kelas ekonomi plus. Pemesanan tiket dapat dilakukan 30 hari sebelum tanggal pemberangkatan, melalui stasiun, agen tiket KA, kantor pos maupun Contact Center 121, termasuk cara pembayarannya bisa melalui ATM Mandiri, BRI dan BII ”, tandas Vice President Public Relations, Adi Suryatmini di sela-sela acara peresmian di Bandung. Diharapkan peran serta masyarakat dan dukungan semua pihak bagi kelancaran perjalanan KA Malabar ini.
Pada perjalanan perdana KA Malabar relasi Bandung-Malang hari itu terangkut sebanyak 355 penumpang, sedangkan dari Malang-Bandung sebanyak 415 penumpang.
Kereta Api (KA) Malabar adalah kereta api dengan kelas campuran (ekonomi plus, bisnis dan eksekutif).
KA Malabar merupakan satu-satunya KA yang merangkai seluruh kelas, yaitu ekonomi (plus), bisnis, eksekutif, dan barang dalam satu rangkaian.







Suasana pemberangkatan KA Malabar dari Stasiun Bandung-Malang oleh Gubernur Jawa Barat Achmad Heryawan
Interior Kereta Api Malabar.