Jakarta (ANTARA
News) - Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perdagaangan,
Distribusi, dan Logistik, Natsir Mansyur, mengungkapkan bahwa Jepang
berminat untuk berinvestasi pada pengembangan kereta api cepat
Jakarta-Surabaya.
"Kadin Jepang dan kita sudah berbicara proyek
mana yang bisa dibicarakan," kata Natsir usai diskusi bertajuk Logistik
Angkutan Kereta Api Barang dan Manusia di Jakarta, Rabu.
Ia
menambahkan Jepang juga tertarik untuk membangun KA cepat
Jakarta-Bandung. Pemerintah Jepang sudah membicarakan keinginan tersebut
kepada Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Kendati demikian, Kadin akan fokus pada pengembangan kereta api batu bara di Kalimantan, angkutan kontainer dari dryport Cikarang menuju Pelabuhan Tanjung Priok, dan angkutan kelapa sawit Sei Mangkei.
"Makanya, kita akan lihat mana yang pemerintah siap untuk dikerjakan mana yang akan dikerjakan swasta," paparnya.
Sementara itu, ia mengakui proyek pembangunan monorel di Makassar
sudah mulai berjalan. Pembicaraan dengan pemerintah daerah sudah
dilakukan secara intensif. Ia mengakui proyek ini akan dilakukan oleh
anak perusahaan pengusaha nasional Jusuf Kalla.
"Saat ini sudah signing.
Sekarang, malah membicarakan insentif subsidinya. Misalnya, kalau ongkos
10 perak maka yang ditanggung pemerintah berapa," ungkapnya.
Selain itu, pengembangan jaringan KA barang Pare-Pare-Makassar sudah
dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of
understanding/MoU) dengan Kementerian Perhubungan.
"Untuk investasi belum dibicarakan. Kita masih minta data ke PT
Kereta Api. Kereta api ini harus banyak campur tangan pemerintah walau
ada keinginan swasta," ujarnya.
Tampilkan postingan dengan label Kereta Api. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kereta Api. Tampilkan semua postingan
Rabu, 20 Juni 2012
Minggu, 08 April 2012
"Kejadian terjadi Jumat pagi itu, bukan yang pertama dan sebelumnya sudah beberapa kali terjadi. Kami mengimbau kepada warga masyarakat untuk tidak berjalan di perlintasan kereta api," tutur Kepala Humas KAI Daop I Mateta Rizalulhaq kepada detikcom, Sabtu (7/4/2012).
Mateta juga mengimbau secara khusus mengenai penggunaan headset. Menurutnya penggunaan perlengkapan itu sangat membahayakan, karena menghalangi akses telinga untuk mendengarkan suara kereta yang datang.
"Kami juga mengimbau agar jangan menggunakan headset di sekitar lintasan kereta api. Ini demi keselamatan," ujarnya.
Seperti diberitakan, Dwi (23) warga Bukit Duri, Jaksel tewas karena tertabrak kereta api.
"Karena asyik mendengarkan lagu di hand phone menggunakan headset di telingganya, saat menyeberang di lintasan 7, arah Jatinegara ke Tanah Abang, ada lokomotif yang hendak mengambil rangkaian gerbong dan tak terdengar oleh Dwi. Akhirnya terjadilah kecelakaan, tubuh Dwi terbagi dua dan meninggal seketika," jelas Kasi Humas Polsek Tebet Aiptu Broto Suwarno dalam keterangannya, Jumat (6/4/2012).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Pihak kepolisian pun segera melakukan pengamanan dan olah TKP. Ipda Mudiran, petugas yang berada di lokasi kemudian membawa korban ke RSCM untuk divisum.
"Sebelum kecelakaan terjadi, Tomi 35 Satpam PT KAI yang berada tak jauh dari korban menyeberang sudah berteriak-teriak dan meniup peluit agar tidak menyebrang karena korban telinga memakai headset hand phone maka tidak mendengar ada lokomotif melintas akhirnya terjadilah kecelakaan itu," jelas Broto.
Korban sudah diambil keluarga di RSCM dan dibawa ke rumah duka. Korban dimakamkan di pemakaman Menteng Pulo.
Pelintasan kereta api di Jakarta menjadi salah satu titik kemacetan sekaligus rawan kecelakaan. Ke depan, perlintasan kereta api sebaiknya ditiadakan untuk mengatasi salah satu sumber kemacetan di Ibu Kota.
Demikian menurut Didik J. Rachbini, calon wakil gubernur DKI Jakarta pasangan Hidayat Nur Wahid dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Ia mengatakan, untuk melakukan hal tersebut perlu pembangunan jalan layang (fly-over) dan terowongan (underpass) pada titik temu antara jalur kereta api dan jalan raya.
"Kalau bebas seperti ini kan bagus. Kereta api tidak terganggu perjalanannya, lalu lintas jalan juga tidak terganggu kereta yang lewat," kata Didik Rachbini saat menunggu kedatangan KRL di Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu (7/4/2012) kemarin.
Ia menggambarkan kalau jalur KA dari Cikini hingga Jakarta Kota (Beos) berupa jalur layang. Kondisi prasarana seperti itu berbuah ganda. Selain lalu lintas jalan tidak terganggu perjalanan KA, stasiun-stasiun KA juga bisa difungsikan sebagai sentra bisnis yang menguntungkan pedagang.
Di Jakarta sendiri, masih banyak titik pelintasan sebidang yang menjadi penyebab kemacetan. Beberapa di antaranya adalah di Jalan Gunung Sahari, Mangga Dua, Jakarta Utara, di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dan di dekat Stasiun Kemayoran, Jakarta Pusat.
Lokasi-lokasi tersebut juga menjadi titik kemacetan pada saat kereta api melintas. Selain itu, pihak PT Kereta Api Indonesia juga kesulitan menambah frekwensi perjalanan kereta lantaran akan semakin mengganggu perjalanan transportasi jalan raya.
Jumat, 06 April 2012
Hindari Gangguan, Lokomotif CC204 Dipasang Software Baru
Sarana lokomotif yang menarik rangkaian kereta maupun gerbong juga menjadi salah satu faktor dalam menentukan ketepatan waktu perjalanan kereta api (KA). Lokomotif pun sudah barang tentu layaknya mesin yang sering digunakan membutuhkan perawatan untuk menghindari gangguan atau kendala teknis. Seperti yang dijelaskan oleh Manajer Sarana PT. Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, Fredi Firmansyah, lima lokomotif CC 204 yang berada di Dipo Lok Bandung, program komputerisasi yang terpasang pada lokomotif tersebut diupgrade dengan software terbaru.
Dengan menggunakan laptop, laporan performansi Lokomotif CC204 bisa langsung didapatkan secara komprehensif. Jika terdapat gangguan teknis bisa ditanggulangi secara cepat oleh teknisi di Dipo Lokomotif.
"Lokomotif type CC204 memiliki sistem komputerisasi yang berfungsi sebagai penunjuk performansi lokomotif dalam bekerja dan juga sebagai early warning system terhadap kerusakan maupun gangguan teknis," terang Fredi di Dipo Lok Bandung, Jumat (30/3). Dijelaskannya, beberapa waktu yang lalu program komputer tersebut mengalami system error, yang mengakibatkan proses pelaporan dari lokomotif tersebut menghilang. "Gangguan kemarin dikarenakan sistem tidak bisa menyimpan memori selama lok itu berjalan, sehingga salah satu contohnya adalah history dari seberapa jauh jalan rel yang telah ditempuh lokomotif itu menghilang," ucapnya.
Dengan menggunakan laptop, laporan performansi Lokomotif CC204 bisa langsung didapatkan secara komprehensif. Jika terdapat gangguan teknis bisa ditanggulangi secara cepat oleh teknisi di Dipo Lokomotif.
"Lokomotif type CC204 memiliki sistem komputerisasi yang berfungsi sebagai penunjuk performansi lokomotif dalam bekerja dan juga sebagai early warning system terhadap kerusakan maupun gangguan teknis," terang Fredi di Dipo Lok Bandung, Jumat (30/3). Dijelaskannya, beberapa waktu yang lalu program komputer tersebut mengalami system error, yang mengakibatkan proses pelaporan dari lokomotif tersebut menghilang. "Gangguan kemarin dikarenakan sistem tidak bisa menyimpan memori selama lok itu berjalan, sehingga salah satu contohnya adalah history dari seberapa jauh jalan rel yang telah ditempuh lokomotif itu menghilang," ucapnya.
Para teknisi ataupun masinis bisa memantau melalui panel Display Indicator Diagnose (DID) jika terdapat gangguan teknis yang dialami oleh Lokomotif CC204.
Tak berlangsung lama, General Elektrik (GE) sebagai produsen dari lok ini pun segera memasang instalasi software terbaru untuk menggantikan yang lama, dikarenakan menurut mereka dalam program komputer terjadi sistem error. Dan juga dipasang alat relay baru untuk menghindari kesalahan prosedur. "Saat ini sudah dipasang software dan alat relay yang baru untuk menghindari terjadinya kesalahan prosedur dalam mengoperasikan lokomotif ini," kata Fredi.
Fredi Firmansyah, Manajer Sarana Daop 2 Bandung, mentargetkan penurunan tingkat gangguan lokomotif dalam enam bulan ke depan.
"Keunggulan yang dimiliki dari lokomotif ini dibandingkan dengan type CC lainnya, terdapat safety komponen serta dalam perawatan terhitung lebih mudah," tutur Fredi. Ia pun sudah memiliki target untuk menurunkan gangguan lokomotif dalam enam bulan ke depan. "Bukan hanya lokomotif type CC204 saja, type CC203, CC201, ataupun lokomotif type lain kami mentargetkan dalam enam bulan ke depan menurunkan tingkat gangguan lok," tutup Fredi. (Humaska PT KAI)
Jumat, 11 November 2011
Hidup Disambungan KA Rapih Dhoho
Mereka ini selalu ada di setiap sambungan kereta Surabaya-Blitar (Rapih Dhoho). Pedagang asongan dan pengemen digelutinya sebagai bagian dari memperoleh penghidupan. Terkadang mereka tersenyum berkat uluran para penumpang, tetapi tak jarang juga makian dan usiran dia dapat dari petugas. Mau apa lagi, itulah nasib yang harus diterima.
Langganan:
Postingan (Atom)
